Ads 468x60px

Memori : Liburan pada 09 Juli 2009

Memori: Liburan ( 04 Juli 2011 )

 

Amalan amalan di bulan Sya’ban, Keutamaan Puasa di Bulan Sya’ban dan Keutamaan malam nisfu Sya’ban serta Bagaimana merayakan malam Nisfu Sya’ban

Mari kita sambut bulan Ramadhan yang penuh berkah mulai bulan Sya’ban ini. Kita persiapkan diri kita baik fisik dan rohani untuk bulan yang penuh karunia tersebut.
Mempersiapkan rohani kita adalah dengan mulai mempelajari hal-hal penting yang perlu kita amalkan selama bulan tersebut. Kita buka kembali pelajaran fiqhus-syiyam kita, yaitu  fikih berpuasa yang benar dan sesuai ajaran. Kita sadarkan diri dan kesadaran kita akan pentingnya bulan tersebut bagi agama dan keimanan kita.
Secara fisik, kita juga harus mempersiapkan diri di bulan ini dengan melatih diri memperbanyak ibadah dan khususnya puasa. Itulah salah satu hikmah kita dianjurkan memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban ini. Dan di bulan Sya’ban ini juga ada malam nisfu sya’ban, yaitu malam pertengahan bulan Sya’ban. Lepas dari kuat tidaknya dalil mengenai amalam pada malam tersebut, namun malam itu bisa kita jadikan waktu pengingat kembali akan persiapan-persiapan kita dalam menyambut bulan Ramadhan yang penuh maghfirah. Berikut ini hadist-hadist seputar keutamaan bulan Sys’ban semoga bisa kita baca dan amalkan:

Penyemangat Sholat Sunat



Berikut ini adalah beberapa faedah Sholat sunat yang membuat Saya lebih bersemangat.
( Keterangan ini saya dapatkan dari kitab Targhib wa Tarhib ) 
1.      Dua Rakaat di waktu fajar lebih bagus dari pada dunia dan seisinya.
ini yang membuat saya menjadi lebih memikirkan akhirat dari pada mikir dunia. Dasarnya...
2.      Barang siapa yang Menjaga 4 rakaat Sebelum dan Sesudah Sholat Dhuhur maka Allah mengharamkan Orang tersebut masuk Neraka. Dasarnya..
Ini yang membuat saya tidak takut mati, karena manusia pasti menjumpai kematian.
3.      Barang siapa yang Sholat 4 rakaat Sebelum ‘Ashar maka Allah mengharamkan tubuh Orang tersebut dari Neraka. Darsarnya...
Ini juga yang membuat saya tidak takut mati, toh nantinya pasti akan mati, ya khan...
4.      Barang siapa yang Sholat 6 rakaat Setelah magrib, dan diantara 6 rakaat tersebut tidak di sela-selai dengan perkataan. Itu di bandingkan dengan ibadah 12 Tahun. Dan diampuni dosanya walupun dosanya sebanyak buih di lautan. Dasarnya..
Ini yang membuat saya bersemangat kembali dan serasa tidak takut mati.
5.      Barang siapa yang Sholat ‘isya di akhir waktu secara berjamaah dan s sholat sunat 4 rakaat sebelum keluar masjid maka Ibadahnya sebanding dengan ibadah di Lailatul Qodar. Dasarnya..
 ini yang membuat saya berfikiran "Batapa ringannya Ibadah asal tau ilmunya"
6.      Allah Ganjil dan suka perkara ganjil, dan barang siapa yang tidak sholat Witir maka bukan termasuk golongan rasulullah. Dasarnya....
Ini yang membuat saya takut jika meninggalkan sholat witir, takut dianggap bukan umat Rasullullah.

Karomah mbah Syekh Kholil ( Bangkalan Madura )

Ulama besar yang digelar oleh para kiyai sebagai “syaikhuna” yakni guru kami, kerna kebanyakan kyai-kyai dan pengasas pondok pesantren di Jawa dan Madura pernah belajar dan nyantri dengan beliau. Pribadi yang dimaksudkan ialah Kiyai Kholil bin Kiyai ‘Abdul Lathif bin Kiyai Hamim bin Kiyai ‘Abdul Karim bin Kiyai Muharram bin Kiyai Asral Karamah bin Kiyai ‘Abdullah bin Sayyid Sulaiman yang merupakan cucu kepada Sunan Gunung Jati. Kiyai Kholil dilahirkan pada hari Selasa, 11 Jamadil Akhir 1235 di Bangkalan, Madura. tentunya dari sosok seorang Ulama' besar seperti mbah Kholil mempunyai karomah/ keunggulan tersendiri diantaranya bisa menyembuhkan orang lumpuh dalam seketika, seperti dalam buku yang berjudul Tindak lampah Romo Yai Syekh Ahmad Jauhari umar menerangkan bahwa mbah Syekh Kholil Bangkalan termasuk salah satu guru Romo Yai Syekh Ahmad Jauhari umar yang mempunyai karomah luar biasa. diceritakan oleh penulis buku tersebut sebagai berikut :
   Suatu hari, ada seorang keturunan cina sakit lumpuh, padahal ia sudah di bawa ke jakarta tepatnya di betawi, namun belum juga sembuh, lalu ia mendengar bahwa di Madura ada orang sakti yang bisa menyembuhkan penyakit. Kemudian pergilah ia ke Madura yakni ke Syekh Kholil bin Abdul Latif untuk berobat dibawa dengan menggunakan tandu oleh 4 orang, tak ketinggalan pula anak dan istrinya ikut mengantar.

Bedug Kyai Bagelen

Jika kamu datang ke Kota Purworejo pasti kamu akan langsung tertarik melihat Alun-Alun di pusat kota yang merupakan Alun-Alun terbesar di Jawa. Di sebelah barat alun-alun besar Kabupaten Purworejo, berdiri megah masjid besar dan agung yang merupakan kebanggaan seluruh umat Islam Purworejo hingga kini.

Masjid yang diberi nama Masjid Agung Kabupaten Purworejo ini menempati tanah wakaf seluas kurang lebih 70 x 80 m2 dengan ukuran 21 x 22 m2 ditambah gandok berukuran ± 10 x 21 m2. Menurut sejarah, setelah berakhirnya Perang Diponegoro (1825 – 1830), Pemerintah Hindia Belanda merasa perlu mengangkat pemimpin dari kalangan pribumi untuk memerintah wilayah Tanah Bagelen (Purworejo sekarang). Sebagai Bupati kemudian diangkat Kangjeng Raden Tumenggung Cokronegoro I dan jabatan pepatih (pembantu Bupati) dipercayakan kepada Raden Cokrojoyo. Pada masa pemerintahan Bupati Cokronegoro I ini mulai dibangun beberapa gedung terutama untuk memperlancar kegiatan-kegiatan pemerintahan. Di sebelah utara alun-alun didirikan Gedung Kabupaten beserta Pendhapa Agengnya untuk tempat bersidang. Gedung yang terdiri dari dua buah bangunan ini disebut paseban,  yaitu tempat para abdi Kabupaten, Lurah dan rakyat menungg panggilan menghadap ke Kabupaten.